Objek Wisata Bali


Leave a comment

Berwisata Ke Bali

Setiap orang harus pernah melakukan refresing minimal 6 bulan dalam sekali untuk dapat membuat otak menjadi lebih fresh dan terhindar dari gangguan-gangguan stress. Refresing menjadi hal yang paling manjur untuk anda yang mempunyai pekerjaan yang menuntut otak anda bekerja setiap saat seperti halnya bekerja kantoran yang harus selalu siap akan beban pekerjaan yang menguras otak.

Bahkan di salah satu penelitian diluar negri, otak manusia hanya mampu bekerja maximal selama 6 jam lamanya. Itupun sudah status warning jika dipaksakan untuk selalu bekerja secara maximal. Lebih dari itu maka gejala-gejala stress akan mulai muncul. Anda mau seperti itu?

Lalu bagaimana solusi agar kita bisa terhindar dari gejala stress? yaps yang hanya perlu anda lakukan adalah anda harus merefrash otak anda supaya lebih plong dan beban pikiran anda menjadi lebih berkurang.

Salah satu alternative refresing yang paling manjur adalah dengan melakukan kunjungan wisata ke tempat-tempat indah seperti ke BALI.

Berwisata Ke Bali

desa-penglipuranBali merupakan tempat yang paling nyaman dan indah, diama banyak sekali turis-turis asing yang juga datang untuk menikmati keindahan pulau bali. Pulau bali memiliki segudang hal yang mampu menarik para wisatawan untuk mengunjunginya, mulai dari keindahan alam hingga keindahan budaya yang terbalu dalam tradisi-tradisi leluhur yang masih dijaga sangat ketat hingga sekarang.

Tak jarang para wisatawan asing menyebut pulau bali sebagai pulau surga. Sebutan itu tidak semena-mena hadir tanpa sebab, sudah pasti ada alasan kuat mengapa bali disebut sabagai pulau surga. Alasan pertama adalah karena keindahan alamnya yang menawan, kemudian karena keramah tamahan penduduk lokal yang sudah menjadi adat ketimuran yang sangat dikagumi oleh turis mancanegara dan juga sudah pasti unsur budaya dan tradisi yang mereka anggap itu adalah suatu yang sangat istimewa.

Bukan hanya turis asing yang pergi kebali. Banyak turis-turis lokal yang juga berbondong-bondong datang dan pergi ke bali. Bisa dilihat dari suasana bandara ngurah rai yang selalu ramai dipadati para pengunjung dari dan ke Bali. Untuk itu, tunggu apa lagi, ayo datang ke BALI.


Leave a comment

Subak Bali – Mengenal Subak Lebih Dalam Sebagai Bukti Kearifan Lokal Di Bali

subak bali merupakan sistem irigasi yang mengandalkan asas gotong royong dan kekeluargaan subak bali memiliki sistem irigasi yang unik dengan kearifan lokal

Source: Subak Bali – Mengenal Subak Lebih Dalam Sebagai Bukti Kearifan Lokal Di Bali

Subak merupakan organisasi kemasyarakatan yang bertugas mengurus sistem pengairan sawah yang diterapkan dalam pertanian padi di Bali, Indonesia. Subak ini biasanya mempunyai pura yang disebut Pura Uluncarik ataupun Pura Bedugul yang khusus didirikan oleh petani dan diperuntukkan untuk dewi kemakmuran & kesuburan Dewi Sri. Sistem pengairan subak ini diatur oleh seorang pemuka adat yang juga merupakan seorang petani di Bali.

UNESCO sendiri menilai, Subak sebagai sistem irigasi telah mampu mempertahankan budaya asli bahkan menjadi perekat sosial masyarakat Bali. Tentu pengesahan ini menjadi puncak kegembiraan masyarakat Bali dan sekitarnya,  setelah 12 tahun memperjuangkan agar Subak menjadi salah satu budaya Indonesia yang diakui dunia.

Museum Subak merupakan satu-satunya museum yang mengetengahkan hal-ihwal pertanian di Bali. Di museum ini dipamerkan miniatur subak lengkap dengan gambar-gambar proses pembuatannya, seperti tahapan menemukan sumber mata air, proses pembuatan terowongan air, pembangunan bendungan, dan pembuatan saluran penghubung yang akan digunakan mengalirkan air ke sawah-sawah penduduk. Museum Subak juga memiliki data audio visual mengenai proses budidaya padi mulai dari musyawarah anggota subak, kesepakatan pengaturan air, hingga ritual keagamaan untuk memohon kesuksesan panen.

Keberhasilan subak dalam panen terbukti melalui statistik hasil pertanian 1934-1981 yang dikeluarkan IPB. Bali selalu menempati posisi di atas Jawa dan Madura untuk hasil panen nasional. Keberhasilan itu mendorong pemerintah daerah membangun museum subak pada 1981. Turis di Bali pun mulai tertarik mengenal subak. Sayangnya, campurtangan pemerintah terhadap subak sejak 1981 sempat menurunkan hasil panen. Meski demikian, subak tetap terbukti mampu memberikan andil pada hasil panen dan kunjungan wisatawan di Bali. Lebih dari itu, subak tak sekadar praktik ekonomi, tapi juga sosial, hukum, dan agama.